Adoption of Electric Trucks in Indonesia and Global Comparisons
Indonesia tertinggal signifikan dalam adopsi truk listrik dengan hanya enam unit, dibandingkan China (200.000), Uni Eropa (139.000), dan AS (87.000) pada 2022. Tiga hambatan utama adalah infrastruktur pengisian terbatas (569 SPKLU), biaya pembelian tinggi (truk listrik 26 ton seharga Rp 3 miliar vs Rp 1 miliar untuk diesel), dan jarak tempuh pendek (100 km vs 343–450 km di negara lain), meski Indonesia memiliki keunggulan biaya listrik lebih murah ($0,16/kWh).